Jumat, 27 Agustus 2010

Pain in Silence 1

Ini semua berawal dari ketersediaanku mendengarkannya. Aku sendiri yang mendekatkan diriku padanya. Menggunakan nama seseorang sebagai alibi, padahal itu menyakitkan. Semua itu kulakukan hanya karna aku ingin dekat dengannya.

'Aku mencintainya'. Aku hanya membuat kedua ujung bibirku ke atas sedikit setiap kau menumpahkannya kepadaku. Menumpahkan semua perasaanmu terhadapnya.


'Kurasa aku juga mencintainya'. Semudah itu dia melontarkannya di hadapanku. Kau sahabatku dan kau mengetahui perasaanku terhadapnya. Ya, gadis itu sahabatku. Dia mencintai sahabat dekatku. Andaikan itu bukan dia, aku tidak akan sesakit ini.

Apa mungkin aku terlalu bodoh ? Atau perasaan ini telah membutakanku ? Ya, mungkin aku memang telah terbutakan oleh perasaan ini. Sampai aku tidak mempedulikan rasa sakit ini. Rasa sakit yang ku anggap kecil. Padahal rasa sakit itu bisa membesar dan menimbulkan luka atau kebencian pada akhirnya. Tapi tak ada yang dapat menghentikannya. Aku sudah terlanjur masuk dalam lingkaran cinta yang menyakitkan.

Tanpa kata kau memberikanku rasa sakit ini. Aku hanya bisa merasakan ini dalam diam . Tapi, aku tak bisa berbuat apa pun. Aku hanya ingin melakukan yg terbaik untukmu. Jika ini membuatmu bahagia. That's ok. Kau bahagia, aku bahagia. Memang munafik kedengarannya. Tapi asalkan kau di dekatku, itu sudah cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar