'Aku akan menyatakan perasaanku hari ini. Bagaimana menurutmu ?'. Jantungku membeku. 'Dan kau harus menjadi saksi, kau harus ada di saat aku menyatakannnya'. Seperti monalisa yang tersenyum dalam bingkai. Tolong aku Tuhan, jangan biarkan air mata ini terjatuh. 'Jam 4 sore di bawah jam besar di pusat kota. Kau harus datang my best friend'. Dia melangkah pergi.
Oh, Tuhan dia terlihat bahagia. Aku senang melihatnya. Tapi, mengapa aku tidak ikut merasakannya. Mengapa pipiku menjadi hangat, mengapa air mata ini tak sanggup bertahan di mataku?
Aku terlalu sedih. Hujan pun seakan sama denganku. Aku tak tahu harus kemana. Aku tahu ada orang yang mengikutiku sedari tadi, tapi aku tak peduli. Langkah kakiku terus melewati genangan air ini, dan tanpa sadar aku berada tak jauh dari jam itu.
Dan disinalah aku, berdirh mematung melihat dua orang yang kukenal. Dan di sanalah mereka, di bawah hujan dekat jam besar. Aku melihatnya berlutut dengan menggenggam tangan cewek itu. Aku ingin pergi dari sini. Tapi kakiku seperti sudah tertancap begitu dalam ke tanah. Aku tak bisa bergerak.
Dia menunggu. Aku pun menunggu. Seakan pada saat itu dunia terdiam. Aku hanya bisa mendengar bunyi detak jantungku yang begitu kencang.
Tak lama kemudian mereka berpelukan. Dengan deras air mata ini terjatuh bercampur dengan hujan di pipiku. Ini terlalu menyakitkan. Aku membalikkan tubuh, dan ingin berlari. Tapi, di saat aku membalikkan tubuh, aku langsung berada dalam pelukan seseorang.
Orang itu ada di belakangku sedari tadi. Orang yang mengikutiku sampai ke sini. Ya, lelaki itu memelukku.
Seseorang yang kukenal dan mencintaiku diam2, seperti posisiku saat ini yang mencintai seseorang di bawah jam besar itu.
Minggu, 29 Agustus 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
Hari ini ada acara buber keluarga besar dari nyokap gw. Tapi karena keadaan jalan yg tak terprediksi, mengakibatkan gue skeluarga buka di jalan deh..hmm..
Acaranya seru abis sumpah, susu tumpah (abaikan). Opa gue ngelawak mulu, apalagi dia daritadi nyanyi2 gak jelas, dan gayanya kocak abis, the lyric is : 'Boneka cantik dari India, bocahna letik digigit kecoa...' sambil niruin gaya khasnya parto di ovj, yg gerak maju mundur dg tangan kleper-kleper kayak org cacat. Udah gitu oma gue jg ikut-ikutan, WAKAKAKAK kocak sangodh.
Eh, pas plg gue ngeliat nama gedung bertuliskan 'anagara' , jadi teringat seseorang mmm... *abaikan saja nggak penting
Acaranya seru abis sumpah, susu tumpah (abaikan). Opa gue ngelawak mulu, apalagi dia daritadi nyanyi2 gak jelas, dan gayanya kocak abis, the lyric is : 'Boneka cantik dari India, bocahna letik digigit kecoa...' sambil niruin gaya khasnya parto di ovj, yg gerak maju mundur dg tangan kleper-kleper kayak org cacat. Udah gitu oma gue jg ikut-ikutan, WAKAKAKAK kocak sangodh.
Eh, pas plg gue ngeliat nama gedung bertuliskan 'anagara' , jadi teringat seseorang mmm... *abaikan saja nggak penting
Jumat, 27 Agustus 2010
Pain in Silence 1
Ini semua berawal dari ketersediaanku mendengarkannya. Aku sendiri yang mendekatkan diriku padanya. Menggunakan nama seseorang sebagai alibi, padahal itu menyakitkan. Semua itu kulakukan hanya karna aku ingin dekat dengannya.
'Aku mencintainya'. Aku hanya membuat kedua ujung bibirku ke atas sedikit setiap kau menumpahkannya kepadaku. Menumpahkan semua perasaanmu terhadapnya.
'Kurasa aku juga mencintainya'. Semudah itu dia melontarkannya di hadapanku. Kau sahabatku dan kau mengetahui perasaanku terhadapnya. Ya, gadis itu sahabatku. Dia mencintai sahabat dekatku. Andaikan itu bukan dia, aku tidak akan sesakit ini.
Apa mungkin aku terlalu bodoh ? Atau perasaan ini telah membutakanku ? Ya, mungkin aku memang telah terbutakan oleh perasaan ini. Sampai aku tidak mempedulikan rasa sakit ini. Rasa sakit yang ku anggap kecil. Padahal rasa sakit itu bisa membesar dan menimbulkan luka atau kebencian pada akhirnya. Tapi tak ada yang dapat menghentikannya. Aku sudah terlanjur masuk dalam lingkaran cinta yang menyakitkan.
Tanpa kata kau memberikanku rasa sakit ini. Aku hanya bisa merasakan ini dalam diam . Tapi, aku tak bisa berbuat apa pun. Aku hanya ingin melakukan yg terbaik untukmu. Jika ini membuatmu bahagia. That's ok. Kau bahagia, aku bahagia. Memang munafik kedengarannya. Tapi asalkan kau di dekatku, itu sudah cukup.
'Aku mencintainya'. Aku hanya membuat kedua ujung bibirku ke atas sedikit setiap kau menumpahkannya kepadaku. Menumpahkan semua perasaanmu terhadapnya.
'Kurasa aku juga mencintainya'. Semudah itu dia melontarkannya di hadapanku. Kau sahabatku dan kau mengetahui perasaanku terhadapnya. Ya, gadis itu sahabatku. Dia mencintai sahabat dekatku. Andaikan itu bukan dia, aku tidak akan sesakit ini.
Apa mungkin aku terlalu bodoh ? Atau perasaan ini telah membutakanku ? Ya, mungkin aku memang telah terbutakan oleh perasaan ini. Sampai aku tidak mempedulikan rasa sakit ini. Rasa sakit yang ku anggap kecil. Padahal rasa sakit itu bisa membesar dan menimbulkan luka atau kebencian pada akhirnya. Tapi tak ada yang dapat menghentikannya. Aku sudah terlanjur masuk dalam lingkaran cinta yang menyakitkan.
Tanpa kata kau memberikanku rasa sakit ini. Aku hanya bisa merasakan ini dalam diam . Tapi, aku tak bisa berbuat apa pun. Aku hanya ingin melakukan yg terbaik untukmu. Jika ini membuatmu bahagia. That's ok. Kau bahagia, aku bahagia. Memang munafik kedengarannya. Tapi asalkan kau di dekatku, itu sudah cukup.
Di sinilah aku. Duduk di sebuah kendaraan miliknya, seperti sebuah film yang di flashback kembali. Semua kenangan yang pernah terjadi bersamanya terputar kembali di dalam otakku. Aku tidak memiliki alasan. Yes, love has no a reason. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bodoh. Tapi, mengapa pula membuatku mengambil kesimpulan seperti itu? Sampai akhirnya membuatku merasa.....menyesal.
Aku terjebak.
Aku terlalu terjebak.
Aku ingin keluar.
Aku ingin bebas dari keadaan ini, keadaan yang terus menerus membelengguku setiap detik.
Andaikan aku tidak bertemu dengannya lagi.
Andaikan dahulu aku tidak mempunyai perasaan terhadapnya.
Andaikan aku tidak pernah tahu kejadian yang sebenarnya.
Aku harus menutupnya.
Menutup lembaran demi lembaran cerita yang pernah mengisi otak dan hatiku.
Membuka halaman baru untuk cerita yang baru.
Aku terjebak.
Aku terlalu terjebak.
Aku ingin keluar.
Aku ingin bebas dari keadaan ini, keadaan yang terus menerus membelengguku setiap detik.
Andaikan aku tidak bertemu dengannya lagi.
Andaikan dahulu aku tidak mempunyai perasaan terhadapnya.
Andaikan aku tidak pernah tahu kejadian yang sebenarnya.
Aku harus menutupnya.
Menutup lembaran demi lembaran cerita yang pernah mengisi otak dan hatiku.
Membuka halaman baru untuk cerita yang baru.
Kamis, 26 Agustus 2010
Aku. Aku adalah seorang gadis berumur 17 tahun. Tidak cantik, tidak cerdas, dan selalu merasa tidak memiliki kepercayaan diri. Satu dari banyak gadis yang sangat ingin mempunyai cinta sejati dan selalu mencarinya. Gadis yang munafik. Ya, aku adalah gadis yang sangat munafik. Berkata A pada orang lain, tapi tidak menerapkannya pada diri sendiri. So, enjoy this blog.
NB: everything is fiction
NB: everything is fiction
Langganan:
Komentar (Atom)